Rabu, 26 Oktober 2011

“Kejujuran yang menyakiti HATI” part 4


Laskar Cinta part 4.

                Libur panjang yang sangat mengasyikkan untukku yang berbahagia hari ini,   wanita cantik yang  tidak asing lagi di mataku, dia datang menghampiriku dengan gaun hijau tua yang anggung,  dengan senyuman yang sangat indah dan menatapku terasa dunia ini berhenti dan menjadi  milik kita berdua , aku berpikir sejenak dalam hati ,sungguh indah ciptaan tuhan yang kini sedang berjalan menghampiriku, pasti banyak lelaki yang meliriknya jika dia hanya berjalan sendiri…..           

                Heyyy… Firman, cepat bangun pesananmu sudah datang. Seperti biasa setiap pagi aku makan nasi Kuning dan itu harus karena saya tidak sembarang makan seperti adik atau orang yang tinggal di rumah ini. Aku bangun dari tidur panjangku jam 09 Lewat beberapa menit dari jadwal bangung yang telah saya tentukan. Sebuah ocehan halus menusuk-nusuk di teligaku, ocehan kepadaku karena kebiasaan burukku tidak bangun pagi dan tidak shalat shubuh, aku tak tahu harus berkata apa karena saya memang bersalah dalam hal ini tapi alasan kuat ku terlambat bangun karena saya tidak memiliki pekerjaan yang memaksaku bangun pagi, bila di rumah ku merasa bagai anak raja mau ini, mau itu dan harus ada, itulah kenapa aku menyayagi ibuku karena mengerti aku, dan karena itu juga aku mencari seorang pendamping hidup yang juga harus seperti ibuku, yang berani memberikan teguran kepadaku, mengerti dan menyayangiku dan anaknya dan itu aku sudah temukan dan dia adalah cinta pertamaku
                Firman bisa temani aku ke pasar, bisa dengan nada pelan aku berkata bisa kepadanya, jam berapa cheristin mau kepasar? Nanti jam 10 kalo pasar sudah mulai sepi aku mau beli sesuatu dan makan, baiklah kita makan bakso saja di dekat rumah
                Sabtu 24 september 2011. Siang ini aku tak tahu mau berbuat apa, mungkin dunia ini terlalu sibuk buat mereka yang menyombongkan pekerjaannya hingga tidak menghiraukan orang-orang susah dan kelaparan yang tidur di jalan-jalan protocol di kota itu, kota yang mempunyai jumlah penduduk yang cukup banyak hingga membuat keperibadia orang berubah dan kejahatan itu bukan lah hal luar biasa atau jarang terlihat 



                                                                                ****
                Kolut yang dingin malam ini, dia berbicara di telepon dengan gembiranya, aku tak tahu dengan siapa tapi aku yakin seorang yang ada di telpon itu tidak lebih baik dariku
Sayangku tetap di sini temani aku yang sedang bersedih karena perkataan yang mungkin belum saatnya engkau dengar, kata.. Kata yang mungkin juga tidak pantas engkau dengar sebagai wanita  yang telah bersuami. Malam ini udara sepi menghantuiku entah apa yang menusuk-nusuk di hatiku, apa ini rasa cemburu, sakit hati atau rasa kecewa, entahlah mungkin ini hanyalah perasaan ku saja. Crestina di mana engkau tidur bersama anakmu, tanyaku penuh rasa ingin tahu karena aku ingin selalu melihat wajahnya yang dapat membuatku tenang dan bahagia, mungkin inilah efek dari rasa cintaku kepadanya, tpi aku sangat cemburu jika dia di telpon oleh orang lain
Di dalam keramaian aku masih merasa sepi dalam kesendirian ku pikirkan dirimu, entah dosa apa yang kini menghantuiku, dan seakan-akan semua dosa di dunia ini aku yang menerimanya. Sipat diammu telah menyiksahku dan kini menggrogoti hatiku, aku tak tahu apa engkau sangat marah  padaku hingga engkau tidak bercerita dan tidak mau berjalan bersamaku dan bahkan engkau tak rela untuk mengenalku kembali .
Siang yang panas menyayat kulit hitam ini, perjalanan masih panjang tapi kaki ini sudah tak sanggup lagi untuk berjalan seakan tuhan mengutukku untuk tidak berbuat lebih untuk mengejar cintamu ,aku tahu cintaku palsu buatmu, tapi dalam hati ini aku siap untuk lebih kepada dirimu biarlah kata orang aku ini buta telah mencintai wanita yang selalu menggampangkan semua hal sepertimu. Ribuan kata penyemangat telah kudengar dari nyayian teman-teman buatku. sahabat itulah dia yang selalu berada di sampingku, kadang aku menangis dalam hati apa ini yang betul-betul namanya cinta, mencintai seorang yang tidak mencintaiku adalah  kebodohan terbesar pada diriku, tapi aku mencintainya lebih dari waktu yang telah mencampakkan perasaan ini.
Dari jauh terdengar suara kecil , suara penyemangat dari arah jendela kecil di kamarku. Dik dunia ini masih panjang jika shalatmu hanya untuk mendoakan dirinya maka engkau juga memerlukan usaha dan pengorbanan cari dia dan kejar cintanya jika memang engkau yakin masih ada cela di hatinya. Buat semangatmu seperti kuku yg berada di jarimu, ketika ia patah atau dipatahkan,  ia akan segera tumbuh kembali. 
Doa yang sangat panjang dan membosankan yang setiap saat aku sampaikan kepadamu..."Tuhan apa ada lelaki sebodoh diriku yang dapat mencintainya lebih dariku dan selalu ingin berjumpa walaupun lautan memisahkan ataukah relah berubah dari keterpurukan sepertiku menjadi lelaki yang sebenarnya karena sudah siap untuk meyakinkannya bahwa saya benar-benar mencintainya. Tuhan yang ingin aku dengar darinya hanya beberapa kata yg indah bahwa dia memang juga mencintaiku walaupun sudah terlambat...
Tapi yg aku yakini saat ini hanyalah terus berjuang untuk membahagiakan dan mengisi hatinya yang gunda walaupun cintanya bukan untukku
"Jangan menyerah, sebab aku tidak pernah menyerah. Biarkan dirimu memiliki satu kesempatan lagi untuk mencintainya dan memanjakannya, karena ini bukan salahmu"

........

I love

0 komentar:

Posting Komentar

yg liat di wajibkan memberikan commeds buat blog ku ^_^

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More